Efek Buruk Yang Ditimbulkan Akibat Kualitas Tidur Yang Buruk

Setiap manusia membutuhkan tidur sebagai salah satu cara mengistirahatkan otak dan otot agar tidak bekerja terus-menerus. Para pakar kesehatan dan dokter selalu mengatakan salah satu cara hidup sehat adalah harus memiliki kualitas tidur yang maksimal dimana jika anda memiliki kualitas tidur yang buruk, maka anda bisa mengalami berbagai masalah kesehatan dari yang biasa hingga yang buruk. Bahkan tidur merupakan salah satu bagian penting dari pola hidup sehat selain berolahraga dan makan makanan yang sehat dan bergizi.

Beberapa masalah seperti nafsu makan yang lebih tinggi menjadi salah satu efek buruk dari kualitas tidur yang tidak baik. Bahkan dari studi yang dilakukan dengan melakukan riset terhadap orang-orang yang kekurangan tidur dalam dua malam ternyata memiliki hormon ghrelin dan hormon leptin yang lebih tinggi. Untuk diketahui, hormon ghrelin adalah hormon yang mempengaruhi rasa lapar dan hormon leptin adalah hormon yang fungsinya meningkatkan selera makan. Sedangkan riset lainnya terhadap orang-orang yang memiliki kualitas baik dengan jam tidur sekitar 7 sampai 9 jam setiap malamnya memiliki berat badan 2 poin lebih rendah dari orang-orang yang kekurangan tidur.

Efek buruk ke-2
Untuk orang-orang yang memiliki kualitas tidur kurang dari 7 jam permalam setiap harinya ternyata lebih mudah terserang virus seperti flu karena kekurangan tidur membuat imunitas tubuh menjadi kesulitan untuk menghadapi virus. Berbeda dengan orang yang memiliki kualitas tidur baik, dimana imunitas tubuh meningkat dan tidak mudah terserang flu. Dari sini, beberapa penyakitpun bisa melanda kamu yang kekurangan tidur karena dengan imunitas tubuh yang tidak bisa bekerja dengan sempurna, tentunya anda mudah terserang penyakit.

Efek ke-3
Dari kualitas tidur yang buruk atau kekurangan tidur adalah anda beresiko besar terkena penyakit diabetes. Hal ini dikarenakan orang yang kekurangan tidur sebanyak 6 hari saja berkemungkinan besar terkena resistensi terhadap insulin yang menyebabkan hormon yang membantu mengangkut glukosa ke darah dan sel menjadi terganggu, efek buruknya adalah dengan gula yang tidak bisa diolah dengan baik, maka kadar gula akan semakin tinggi dan menyebabkan seseorang bisa terkena diabetes. Bukan hanya itu saja, beberapa penelitian bahkan mendapati orang yang kekurangan tidur memiliki resiko tinggi terkena hipertensi,penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Efek buruk ke-4
Bagi anda yang memiliki kualitas tidur yang buruk, anda memiliki rasio terkena penyakit kankker lebih tinggi daripada orang yang memiliki kualitas tidur yang baik. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kualitas tidur juga menjadi salah satu kunci pola hidup yang sehat. Mungkin banyak orang yang beranggapan jika dengan berolahraga dan makan makanan sehat saja anda sudah mendapatkan tubuh yang sehat, akan tetapi semua itu salah jika anda tidak memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini dibuktikan langsung oleh studi yang dilakukan oleh sekolah kesehatan Johns Hopkins Bloomberg yang melakukan penelitian terhadap sebanyak 6.000 wanita selama satu dekade dimana mereka menemukan mereka yang sangat mencintai olahraga dan memiliki kualitas tidur kurang dari 7 jam permalam setiap harinya memiliki resiko terkena kanker sebesar 50 persen lebih tinggi dari orang yang tidur lebih banyak. Dengan ini manfaat dari olahraga saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kualitas tidur yang baik. Untuk itu mulai dari sekarang, manfaatkanlah jam tidur anda sebaik mungkin jika anda tidak ingin mendapatkan efek buruk seperti diatas karena kekurangan tidur.

Fakta Tentang Papua Ini Pasti Bikin Bulu Kuduk Anda Merinding

Negara kita Indonesia dikenal luas diseluruh dunia sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku dan budaya salah satunya adalah Papua. Papua yang terletak diwilayah timur Indonesia memang merupakan salah atu pulau dengan budaya dan tradisinya yang sangat terjaga dari dulu hingga saat ini. Akan tetapi apakah anda pernah mendengar soal orang Papua yang memiliki belati yang terbuat dari tulang-berulang manusia ? hal ini terdengar mengerikan namun ini adalah fakta.

Orang Papua masa lalu memang memanfaatkan tulang manusia dan tulan hewan lain seperti kasuari,emu dan moas. Akan tetapi hal unik dan menarik yang kita bahas adalah belati yang terbuat dari tulang manusia asli. Orang Papua dimasa lalu memang mendapatkan belati dari warisan orang tuanya dimana mereka mengambil tulang dari keluarga untuk dijadikan sebagai belati dan bagian tulang paha merupakan bagian yang paling sering digunakan untuk membuat belati. Selain itu keberadaan tulang belati manusia juga digunakan sebagai lambang status sosial para lelaki Papua dimasa lampau dan mtidak mengandung unsur spiritual.

Selain itu orang alasan orang Papua lebih menyukai menggunakan tulang manusia sebagai belati dari pada tulang hewan bisa jadi karena tulang manusia ternyata lebih kuat terhadap tekanan tidak seperti tulang hewan yang lebih mudah patah jika terkena tekanan secara fisik. Hal itu dibuktikan langsung oleh seorang antropolog dari Dartmouth College bernama Nathaniel Dominy yang bersama dengan timnya melakukan percobaan membengkokkan belati yang terbuat dari tulang manusia dan tulang hewan.

Alasan lain orang Papua menggunakan tulang manusia sebagai belati tidak lain adalah karena pada abad ke-20, masih terdapat kanibalisme yang terjadi dimasa itu dimana senjata tersebut digunakan untuk melumpuhkan musuh dan dijadikan sebagai santapan di pesta kanibal seperti yang dituliskan oleh jurnal Royal Society Open Science. Inilah salah satu fakta unik mengenai orang Papua yang tergolong mengerikan dan tentunya membuat bulu kuduk anda merinding.