Manis Dan Segar, Air Tebu Bisa Menurunkan Berat Badan?

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan minuman air tebu yang memiliki rasa manis dan segar.Harganya yang terjangkau dan mudah dijumpai menjadi salah satu faktor banyak orang yang sangat menyukai minuam satu ini.Namun mungkin banyak yang belum mengetahui fakta jika meminum air tebu bisa menurunkan berat badan karena didalam 100 gram air tebu hanya terdapat 270 kalori yang tentunya akan membuat perutmu merasa penuh.

Rasa manis dari air tebu yang merupakan pemanis alami tentunya tidak akan berbahaya jika diminum dalam jumlah yang banyak terlebih didalam air tebu masih memiliki serat tinggi bahkan ada yang menyebutkan jika serat yang didapat dari air tebu sanggup memenuhi 52 persen kebutuhan asupan harian serat tubuh manusia.Dengan serat yang didapat dari meminum air tebu, tentu perut akan terasa kenyang dan membuat kamu tidak akan merasakan lapar dalam waktu yang singkat.

Manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari meminum air tebu adalah membantu meningkatkan kesehatan usus kita.Dengan pencernaan dan usus yang sehat tentunya akan membantu orang yang sedang menderita sembelit dan tentu saja hal ini berkaitan dengan penurunan berat badan.Selain itu, salah satu penghambat seseorang kesulitan untuk menurunkan berat badan adalah masalah peradangan dan lagi-lagi dengan meminum air tebu,peradangan bisa dihindari karena didalam air tebu mengandung sifat anti inflamasi.

Gula yang terkandung didalam air tebu juga tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena saat anda berolahraga atau banyak beraktifitas, gula yang diterima dari air tebu akan dibakar menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mendongkrak segala aktifitas diluar tubuh.disamping memberikan energi, air tebu ternyata mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina anda.Untuk itu menjadikan air tebu sebagai salah satu minuman favorit akan sangat baik karena selain rasanya yang nikmat, anda bisa mendapatkan banyak manfaat dari minuman ini.

Awas!! Media Sosial Bisa Menjadi Pemicu Gangguan Jiwa ?

Pada era modern seperti saat ini, penggunaan smartphone dan internet sudah menjadi hal yang sering dilakukan oleh semua orang dan bisa dikatakan saat ini tidak ada orang yang sanggup untuk tidak memegang smartphone dan melakukan aktifitas menggunakan internet. keberadaan internet pun lantas membuat sejumlah orang mencoba untuk mencari peluang dengan memunculkan segala ide seperti media sosial agar orang-orang bisa berbagi semua aktifitas mereka kepada semua orang hanya melalui smartphone.

Akan tetapi tahukah anda jika penggunaan media sosial ternyata bisa memunculkan dampak yang sangat buruk bagi kehidupan manusia dan memunculkan penyakit seperti body dysmorphic disorder. Penyakit ini adalah gangguan kejiwaan muncul saat seseorang terlalu sering aktif di media sosial dan memunculkan persepsi cantik ataupun tampan yang ideal hanya karena di media sosial orang-orang bisa melihat kegiatan sehari-hari dari para artis yang tentunya selalu berbagi foto dengan paras cantik mereka disertai dengan pola makan dan diet yang dilakukan untuk mendapatkan fisik yang sempurna.

Hal inilah yang lantas memicu para remaja yang akan mengikuti semua program yang dilakukan oleh artis idola mereka agar bisa mendapatkan fisik sempurnya seperti sang bintang.Para remaja akan melakukan diet ketat dan mengalami gangguan perilaku makan yang tidak sehat bahkan ada yang rela untuk mengkonsumsi obat-obat diet yang diiklankan di televisi.Riset dari pusat Eating Disorder Chicago, Amerika Serikat mengatakan setidaknya ada 30-50% remaja yang mengalami gangguan makan akibat terlalu sering beraktifitas di media sosial yang menyebabkan timbulnya penyakit gangguan jiwa body dysmorphic disorder karena persepsi tubuh yang mereka nilai sebagai negatif.

Penyakit seperti ini merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa, namun banyak orang yang tidak menyadarinya karena tanda-tanda yang muncul memang merupakan hal sepele contohnya seperti kamu yang merasa ada yang salah dengan kulit, mata, hidung, perut dan bagian lainnya yang tidak berada atau berbentuk seperti seharusnya padahal orang lain tidak pernah memperhatikan hal-hal seperti itu.Orang-orang yang terkena penyakit seperti ini biasanya akan menjadi orang yang rendah diri dan akan memilih untuk menghindari kegiatan sosial dengan orang lain.