Daun Kelor Bisa Membuatmu Awet Muda ?

Sudah sewajarnya jika semua orang akan menjadi tua, akan tetapi tidak semua orang yang sudah memasuki usia yang tidak muda lagi namun masih memiliki kecantikan yang tidak sewajarnya dengan usianya. Demi bisa cantik dalam waktu yang lama, biasanya para wanita akan membeli produk apapun agar bisa tetap cantik meski sudah tidak diusia yang muda lagi. Namun untuk bisa tetap cantik dan tampak awet muda, kamu bisa memanfaatkan bahan-bahan alami agar bisa terlihat tetap cantik diusia yang sudah tidak muda lagi.

Salah satu bahan alami yang sering digunakan oleh produk kecantikan maupun sebagai obat adalah tanaman kelor. Bahkan menurut parak teknologi pangan dan gizi, Prof.dr.FG Winarno, tanaman kelor adalah salah satu tanaman yang sangat banyak bermanfaat dimana daun kelor merupakan salah satu superfood yang memiliki banyak zat gizi,antioksidan dan phyto kimia. Kandungan antioksidan tinggi yang terkandung didalam daun kelor juga sudah terbukti mampu membantu menjaga keremajaan kulit.

Minyak kelor yang kuat juga membuatnya sanggup bertahan lama setidaknya bisa bertahan hingga dua atau tiga tahun. Selain antioksidan yang kuat, minyak kelor juga memiliki funsi sebagai anti aging yang tentunya mampu membantu menjaga kulit dari proses penuaan. Selanjutnya Prof.dr.FG Winarno mengatakan daun kelor yang dikonsumsikan dalam bentuk apapun tidak akan berkurang khasiatnya. Beberapa orang memang mengkonsumsi daun kelor dengan cara dimasak sebagai sayuran,dibuat menjadi teh ataupun ditumbuk untuk dijadikan sebagai obat.

Selain itu, Daun kelor dipercaya sudah banyak digunakan dan dimanfaatkan khasiatnya sejak zaman mesir kuno dan putri Cleopatra dan para bangsawan mesir kuno disebut-sebut sering memanfaatkan khasiat dari tanaman kelor ini untuk dijadikan sebagai bahan kosmetik dimasa lampau. Tanaman kelor sendiri bukan hanya bisa dimanfaatkan pada bagian daunnya saja karena penduduk Arba Minch dan Konso memanfaatkan tanaman ini sebagai penahan longsor dan konservasi tanah.

Tikus Memiliki Peran Besar Bagi Kehidupan Manusia ?

Banyak orang yang tidak menyukai tikus karena kebiasaannya yang suka mencuri makanan serta menjadi hama bagi para petani membuat hewan pengerat ini menjadi salah satu hewan yang paling dibenci didunia ini. Meski demikian, Ternyata tikus memiliki peran besar bagi kehidupan manusia, bagaimana mungkin ? anda mungkin akan bertanya seperti itu.
Nyatanya segala percobaan medis yang dilakukan oleh para peneliti sebagian besar menggunakan tikus sebagai objek penelitian seperti perumusan obat kanker hingga suplemen makanan.

Bahkan sebanyak 95% penelitian menggunakan tikus sebagai objek penelitian laboratorium seperti yang dikonfirmasikan oleh Foundation for Biomedical Research atau FBR. Para ilmuwan menggunakan tikus sebagai hewan percobaan bukan tanpa alasan dimana ternyata banyak keunggulan yang bisa didapatkan jika penelitian menggunakan hewan pengerat ini yang mudah disimpan,dipelihara dan beradaptasi dengan linkungan baru dengan sangat baik.tikus yang berkembang biak dengan cepat dan berumur pendek sekitar 2-3 tahun menjadi salah satu faktor utama ilmuwan menggunakannya sebagai objek penelitian karena mudah diamati dengan singkat.

Selain itu, tikus juga mudah dicari dan bisa dibeli dengan harga yang relatif murah dan sebagian besar tikus percobaan memiliki kesamaan secara genetik. Menurut National Human Genome Research Institute (NIH), karakteristik biologi dan perilaku tikus yang sangat mirip manusia menjadi salah satu faktor dipilihnya hewan pecinta keju tersebut sebagai objek percobaan karena banyak gejala kondisi manusia yang bisa di replikasikan kepada tikus.”Tikus banyak dipilih sebagai objek percobaan laboratorium karena karakteristiknya yang hampir mirip dengan manusia sehingga membuat banyak percobaan yang bisa di replikasikan terhadap hewan ini agar para peneliti bisa mencari jawaban.”kata salah satu perwakilan NIH,Jenny Haliski.

Para ilmuwan juga sudah lebih memahami anatomi organ tikus yang membuatnya menjadi salah satu favorit pilihan utama sebagai objek percobaan terlebih beberapa tikus secara alami terlahir tanpa sistem kekebalan tubuh dan membuatnya cocok sebagai penelitian percobaan jaringan normal dan ganas manusia.Beberapa penyakit yang sudah pernah diteliti oleh para ilmuwan menggunakan tikus sebagai objeknya yakni diabetes,katarak,hipertensi,obesitas,kejang,masalah pernapasan,parkinson,ketulian,kanker,alzheimer,HIV/AIDS,penyakit jantung,cedera kabel spinal,muscular dystrophy,dan cystic fibrosis. Itulah mengapa tikus memiliki peran besar bagi kehidupan manusia.