Sudah Tidur 8 Jam Per Hari Tapi Masih Mudah Merasa Ngantuk Dan Capek? Mungkin Ini Penyebabnya

Sadar atau tidaknya, salah satu kegiatan yang paling dibutuhkan oleh tubuh manusia adalah tidur. Dengan tidur, tubuh bisa kembali terasa lebih bugar saat bangun karena saat tidur organ-organ tubuh kita diberikan waktu untuk beristirahat dan tidak melakukan aktifitas yang terlalu membuat stres organ dan otot didalam tubuh kita. Idealnya orang dewasa setidaknya membutuhkan tidur selama 7 sampai 8 jam perhari setiap harinya. Akan tetapi tidak jarang kita mendengar ada teman atau orang lain yang memiliki jam tidur yang cukup masih tetap merasa mengantuk dan capek.

Biasanya orang yang mengalami hal tersebut mungkin mengalami beberapa masalah yang disadari atau tanpa disadari dilakukan sebelum tidur dan dianggap sepele. Padahal kita sangat membutuhkan jam tidur yang cukup dan berkualitas untuk membantu tubuh kita tetap bugar dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Namun bagaimana kita mengalami hal seperti yang kita bahas diatas? Adapun beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab seseorang yang memiliki jam tidur cukup namun masih mudah merasa ngantuk dan capek. Inilah beberapa faktor penyebab anda masih mudah merasa ngantuk dan capek meski memiliki jam tidur yang cukup.

1.Gangguan Tidur Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Salah satu yang sangat mungkin terjadi adalah karena anda mengalami gangguan tidur seperti Obstructive sleep apnea atau OSA. Salah satu ciri-ciri gangguan tidur OSA bisa anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti mendengkur. Namun harus anda ketahui, gangguan tidur seperti ini tidak bisa diremehkan karena penderita sleep apnea biasanya mengalami penyumbatan pada saluran pernafasan dan bisa membuat penderitanya bisa berhenti bernafas. Bahkan tidak sedikit orang meninggal saat tidur akibat lupa bernafas yang disebabkan oleh gangguan tidur satu ini. Jika anda mengalami mendengkur ketika tidur disertai rasa sakit kepala ketika bangun, maka sebaiknya anda konsultasi ke dokter karena gejala seperti ini biasanya merupakan ciri-ciri dari Obstructive sleep apnea atau OSA.

2.Minum Minuman Beralkohol Sebelum Tidur

Kebiasaan buruk sebagian besar orang diseluruh dunia adalah sangat menyukai konsumsi minuman beralkohol salah satunya bagi masyarakat indonesia. Mungkin anda pernah mendengar ada orang yang mengatakan jika ingin bangun tidur merasa tubuh lebih ringan, maka anda harus meminum minuman beralkohol sebelum tidur. Namun apakah itu semua benar? Faktanya bagi anda yang meminum minuman beralkohol sebelum tidur, hal tersebut ternyata sangat tidak baik bagi tubuh kita karena alkohol akan mengacaukan siklus tidur anda dengan menyebabkan anda bisa terbangun dimalam hari karena alkohol yang kita minum jelang tidur menghasilkan adenosin yang pada awalnya membuat anda mengantuk lebih cepat, namun anda akan terbanung ketika adenosin turun dengan cepat saat anda tertidur. Selain itu, alkohol ternyata juga membuat sistem tubuh sulit melakukan perbaikan dan pemulihan dan efeknya ketika bangun badan akan terasa lelah dan capek.

3. Minum Teh Sebelum Tidur

Mungkin banyak orang yang suka melakukan aktifitas meminum teh herbal sebelum tidur karena menganggap aroma dari teh bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan badan terasa hangat. Namun Journal of Clinical Sleep Medicine pernah menerbitkan dimana sebuah penelitian mengenai kafein yang masuk kedalam tubuh enam jam sebelum tidur ternyata bisa memberikan efek gangguan tidur. Gangguan tidur yang umumnya dirasakan adalah hati dan pikiran yang tidak tenang serta merasa tidak nyaman tidur dengan posisi tertentu. Hal ini pastinya akan berdampak dengan tubuh ketika anda bangun dari tidur. Untuk itu sebaiknya hindari meminum minuman berkafein seperti kopi dan teh sebelum tidur.

4. Terkena Paparan Cahaya Biru Dari Gadget

Diera modern dan serba canggih seperti ini, penggunaan gadget seperti smartphone sebelum tidur menjadi rutinitas yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Bahkan beberapa orang sering memainkan smartphone mereka sampai ketiduran. Tidak sedikit orang yang menganggap kegiatan seperti ini bisa membantu orang yang kesulitan tidur, akan tetapi kenyataan berbeda, dimana cahay biru yang dihasilkan dari smartphone ternyata sangat tidak baik untuk anda. Hal ini dikarenakan cahaya biru menekan produksi alami hormon tubuh manusia dimana hormon inilah sebagai pengatur siklus tidur dan bangun tubuh kita. Untuk itu sebaiknya tidak membiasakan diri memainkan smartphone ataupun gadget lain seperti komputer, televisi dan tablet satu jam sebelum tidur untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan berkualitas.

Add a Comment

Your email address will not be published.