Si Lengket Dan Hitam Yang Banyak Merekatkan Masyarakat Betawi

Si Lengket Dan Hitam Yang Banyak Merekatkan Masyarakat Betawi

Disetiap hari raya,hajatan,maupun perayaan lainnya,orang betawi selalu menyuguhkan dodol sebagai makanan untuk menyambut para tamu yang datang berkunjung.

Selain rasanya yang nikmat dan kenyal ketika kita memakannya,ternyata dalam proses pembuatan dodol sendiri juga dapat memepererat tali silaturahmi antar masyarakat betawi.

Hasil gambar untuk orang betawi buat dodol

Dodol pada jaman dahulu dibuat dengan cara bergotong royong,karena proses pembuatannya tidak mudah dan butuh pertolongan dari tetangga juga.

Membuat dodol dengan hanya diri sendiri adalah yang dapat di katakan agak mustahil,ketika kita membuatnya dapat jumalh yang besar,maka prosesnya juga membutuhkan begitu banyak proses dan juga tenaga di dalamnya.

Mulai dari memarut kelapa,menumbuk tepung ketan sampai benar-benar halus,mencairkan gula,dan yang paling melelahkan adalah ketika kita harus mengaduknya secara terus-menerus tanpa henti sampai adonan dodol jadi.

Coba bayangkan saja,jika adonan dodol 10 liter,maka kelapa parut yang dibutuhkan juga harus 10-20 kilogram,belum lagi gula yang akan di cairkan,dan bisa di bayangkan berapa lama untuk mengaduknya secara terus-menerus jika tanpa bantuan dari orang lain.

Tetapi untuk jaman sekarang semua serba gampang,ada mesin yang dibuat khusu untuk menggiling tepung hingga halus,ada santan yang sudah jadi,dan sekarang untuk mencari dodol juga sangat mudah.

Sama seperti bentuk dodol yang bulat dan hitam pekat,tali silaturahmi masyarakat betawi pada jaman dulu sangat lah dekat dan juga baik,itu karena masyarakat betawi dalam pembuatan dodol pasti lah selalu bergotong royong.Dari sana lah tali persaudaraan orang betawi semakin erat dan juga kuat.